Desember 02, 2010

SEPATU RODA


Sejarah Sepatu Roda







Negeri Belanda adalah asal Olahraga Sepatu roda. diciptakan sekitar abad ke 17 oleh seorang penggemar ice skating. Dia ingin mengubah permainan ice skating menjadi permainan yang dapat bergerak di atas tanah atau jalan keras.
Seorang teknisi Belgia dan pembuat alat-alat musik, Joseph Marlin pada tahun 1963 mencoba berlari dengan peralatan ice skating yang dilengkapi dengan roda kecil dari besi, tapi tidak bias berkembang pada waktu itu karena ada larangan pemerintah Belanda bermain sepatu roda di jalan raya. Tahun 1863 sorang bernama James Leonard Plimton’s pencipta “rocking Skate yang kemudian ia patenkan menjadi sangat popular, ia kemudian dijuluki “Bapak Pencipta Sepatu Roda”.

Olahraga itu kemudian popular di Amerika, Inggris dan Austria. Tahun 1876 terbentuk organisasi sepatu roda di Inggris yang bernama NSA (The National Skating Association). Tahun 1924 berdiri organisasi sepatu roda Internasional dengan nama Federasi Internationale de Roller Skating (FIRS). Sekarang sudah menyebar di 5 benua dengan 42 anggota federasi nasional.

Di Indonesia sepatu roda mulai masuk ketika masa penjajahan Belanda, kemudian diikuti oleh anak-anak orang Indonesia yang kebetulan orang tuanya bekerja pada Belanda. Tahun 1978 muncul perkumpulan sepatu roda yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Djakarta (Imada), dan pada tanggal 7 Oktober 1979 terbentuk Pengda Perserosi DKI Jakarta. Pada tanggal 24 – 26 April 1981 dilaksanakan Munas Perserosi I, diikuti oleh 10 utusan Pengda Perserosi. Dan dalam Munas Perserosi I resmi terbentuk PB. Perserosi dengan 14 anggota Pengda yaitu Aceh, Sumut, Sumbar, Sumsel, Jabar, Jateng, Jatim, Kaltim, Sulsel, Sulut, Sulteng, Riau, Bengkulu, dan DKI Jakarta. Selanjutnya Olahraga ini terus berkembang sampai dengan sekarang. (sumber: KONI).

September 01, 2010

Petasan atau Pétard ou Firecracker or Petasan


Petasan atau mercon adalah peledak berupa bubuk yang dikemas dalam beberapa lapis kertas, biasanya bersumbu, digunakan untuk memeriahkan berbagai acara, seperti perayaan tahun baru, perkawinan, dan sebagainya. Benda ini berdaya ledak rendah atau low explosive. Bubuk yang digunakan sebagai isi petasan merupakan bahan peledak kimia yang membuatnya dapat meledak pada kondisi tertentu.

Sejarah petasan bermula dari Cina Sekitar abad ke-9, seorang juru masak secara tak sengaja mencampurtiga bahan bubuk hitam (black powder) yakni garam peter atau kalium nitrat, belerang (sulfur), dan arang dari kayu (charcoal) yang berasal dari dapurnya. Ternyata campuran ketiga bahan itu mudah terbakar.

Jika ketiga bahan tersebut dimasukan ke dalam sepotong bambu yang ada sumbunya yang lalu dibakar dan akan meletus dan mengeluarkan suara ledakan keras yang dipercaya mengusir roh jahat. Dalam perkembangannya, petasan jenis ini dipercaya dipakai juga dalam perayaan pernikahan, kemenangan perang, peristiwa gerhana bulan, dan upacara-upacara keagamaan. Di Indonesia sendiri tradisi petasan dibawa sendiri oleh orang Tionghoa.

Di Indonesia, petasan sudah menjadi sesuatu yang biasa dipakai untuk berlebaran dan saat bulan Ramadhan. Kebanyakan banyak anak sesudah sahur bukannya istirahat, malah bermain petasan dan kembang api. Petasan dan sebangsanya memang barang gelap, artinya benda larangan. Sejak zaman Belanda sudah ada aturannya dalam Lembaga Negara (LN) tahun 1940 No 41 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Bunga Api 1939, di mana di antara lain adanya ancaman pidana kurungan tiga bulan dan denda Rp 7.500 apabila melanggar ketentuan "membuat, menjual, menyimpan, mengangkut bunga api dan petasan yang tidak sesuai standar pembuatan". Mungkin karena peraturan tersebut sudah kuno dan terlalu ”antik”, maka pemerintah telah mengeluarkan berbagai macam peraturan, diantaranya UU Darurat 1951 yang ancamannya bisa mencapai 18 tahun penjara.

Wiuh.....mangkanya, klo' maen petasan jangan sembarangan memainkannya jikatidak ingin masuk penjara,,heheheh.....^_^


Akibat kelalaian saya.....

Niat2 mw bantu nyiapin buka,,malah buat ulah....

hheheheh...maapkan saya.....^_^v


Gambar Kelalaian saya...:


:: Dapur jadi ngepul ::

Creative Sam

Nech....beberapa kreasi ku, tp kebanyakan kalung, hee....karna Q suka kalung......^_^

CEKIDOT yach.......=D




nech...beberapa kalung yg Q bwt,,

ini gantungan kunci bunga n kupu2,,

n ini gantungan HP Tangan Mickey,,




Agustus 31, 2010

Artisanat Flanelle

logo hancraft saya....^_^

Berawal dari iseng-iseng behadiah, saya mulai mencoba "bisnis" yg menurut saya masih belum bisa dikatakan bisnis. Kenapa belum bisa dikatakan bisnis?? karena saya masih 'Anget2 *** ayam' buat memuncakkan bisnis ini, kadang semangadh 45 buat masarin n produksi, tp kadang juga males banget buat ngelakuin semua hal itu.

2be2me adalah logo dari produk2 handcraft yang saya buat. 2be2me adalah  it is to be, it's up to me,,yang artinya apa yang saya lakukan itu terserah saya, terserah apa mau saya n apa yang mau saya lakukan. So.....apa yg mau saya buat itu terserah saya n dunia saya.^_^

Handcraft yang saya buat memakai bahan yang dinamakan dengan kain flanel.

ini adalah kain flanel

Kain Flanel ( Felt ) yang bertekstur lembut dan kaya akan warna, bisa menjadi alternatif sebagai bahan pembuatan mainan anak, accesories, n lain2.

Selain bahan dasar Kain Flanel, tentu juga membutuhkan bahan tambahan seperti :
1. Gunting
2. Jarum
3. Benang Sulam/ Jahit
4. Lem
5. Aneka Pita
6. Pernak-pernik hiasan
7. Pensil

Dalam proses pembuatan juga dikenal banyak teknis menjahit, seperti contoh : tekhnik feston, tekhnik tumpuk dll.

Tidak diperlukan kemampuan khusus dalam membuat permainan berbahan dasar kain Flanel. Sedikit imajinasi dan kesabaran akan dapat menghasilkan permainan yang menarik. Tantangan tersendiri adalah keberanian memadu padankan warna tentu akan sangat menambah kekayaan mutu kreasi yang dibikin.